Find me on social media

Prinsip Mendesain Layout dalam Material Design

Layout dalam Material Design

Ketika berbicara tentang Material design mungkin ada yang bertanya-tanya, apa itu material design? Mengapa kita harus mengerti prinsip mendesain layout dalam material design? Material design adalah suatu “pakem” yang digunakan Google untuk merancang tampilan desain (User Interface) produk-produknya. Karena standarnya sudah ditetapkan Google, pada akhirnya prinsip tersebut akan mempermudah para designer untuk merancang tata letak lintas platform terutama untuk produk-produk yang berbasis Google. Dengan mengatur tampilan yang lebih Google friendly, akan menyusul manfaat tambahan seperti lebih mudah di-index Google, atau website yang lebih cepat, dlsb.

Ada 3 prinsip dalam mendesain layout (tata letak) dalam Material Design, yaitu:

  1. Predictable (Terprediksi)
  2. Consistent (Konsisten)
  3. Responsive (Responsif)

Predictable (Terprediksi)

Desain yang baik adalah desain yang dapat diprediksi oleh penggunanya, sehingga pengguna merasa nyaman dan percaya diri saat menggunakannya.

Menurut Steve Krug dalam bukunya Don’t Make Me Think, ketika mendesain interface untuk pengguna, tanyakan hal-hal berikut:

  • Dimana saya? (Jawaban hal ini contohnya adalah, saya berada di Landing Page, di Profile Page, di Check Out Page, dlsb)
  • Kenapa saya bisa sampai di sini? (Contoh jawaban untuk hal ini misalnya : karena saya mengklik tombol navigasi tertentu, misalnya tombol Home. Karena saya mengklik suatu link, dlsb.
  • Apa yang bisa saya lakukan di sini? (Misalnya sedang berada di sebuah e-commerce, maka di halaman ini pengguna bisa memilih barang, atau misalnya sedang berada di halaman ‘Keranjang Saya’ pengguna bisa melihat barang-barang yang sudah dipilih dan dimasukkan ke keranjang virtual untuk selanjutnya diseleksi kembali atau melakukan pembayaran.)
  • Kemana saya bisa pergi dari sini? (Menunjukkan navigasi apa saja yang tersedia dari tempat user berada)

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu ketika mendesain suatu rancangan user interface, kita bisa memprediksi secara akurat interaksi-interaksi apa saja yang mungkin akan diambil oleh pengguna

Konsisten

Konsistensi dalam desain interface adalah hal yang sangat penting. Dengan adanya konsistensi, pengguna akan semakin cepat familiar dengan tampilan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan sehingga (kembali lagi) langkah pengguna menjadi terprediksi dan akhirnya menimbulkan kenyamanan dalam menggunakannya.

Konsistensi dalam desain interface adalah memastikan bahwa elemen-elemen yang ada dalam tampilan muka bersifat seragam dan berperilaku dengan cara yang sama. Dengan begitu pengguna akan merasa bisa dan familiar menggunakannya.

Dalam konteks pembahasan kita mengenai layout, konsistensi bisa dibangun dengan penggunaan grids, keylines, dan padding. Dalam cakupan yang lebih luas, konsistensi ini bisa dibentuk dengan menetapkan sebuah UI Guidelines yang penerapannya digunakan untuk keseluruhan project.

Responsif

Material design layout haruslah mengadopsi desain yang responsif. Desain yang responsif adalah desain yang dapat menyesuaikan tata letaknya berdasarkan ukuran dan orientasi layar namun masih memastikan terjaganya konsistensi secara keseluruhan.

vike sig

vriske rusniko

Share

this:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest

6 Responses

  1. Apa itu material design?

    Pembahasannya menarik, tapi akan lebih baik kalau dijelasin dulu apa itu material design, kenapa perlu tahu ttg material design sebelum jauh membahas teknik dan prinsip.

    Supaya yang baru pertama kali landing ke halaman ini nggak jet lag.

    Tapi ya ini saran aja sih.

    1. Ahhh!! Benar juga!!
      Pantes pas nulis kok rasanya ada yang kurang, kayaknya ini deh kurangnya : kurang introduction.
      Makasih banget sarannya ya ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan