Usability : Sebuah Metodologi dalam Desain Interaksi (2)

 Baca juga:

Usability : Sebuah Metodologi dalam Desain Interaksi (2)

Ketika kita membicarakan soal usability maka itu akan erat sekali kaitannya dengan konsep desain yang ramah pengguna alias user-friendly.

Memang istilah ini masih terlihat rancu tentang bagaimana usability diartikan, apakah sebagai desain yang tepat guna ataukah bagaimana desain itu digunakan. Namun pada akhirnya, pengertian dalam ranah UX diarahakan pada pengertian kedua. Toh, meskipun tepat guna namun apabila user tidak bisa menggunakannya ya tidak akan terpakai juga kan?

Munculnya Berbagai Pendapat

Karena kerancuan dari pengertian usability dalam desain interaksi, uraian mengenai usability ini terus-menerus direvisi.
Salah satu uraian muncul dalam buku Human Computer Interaction yang disusun oleh Alan Dix, Janet E. Finlay, Gregory D.Abowd dan Russel Beale. Mereka menjabarkan prinsip usability menjadi 3, yaitu :

  • Learnability (Kemampuan untuk dipelajari) : Seberapa mudah pengguna baru untuk menavigasi sistem ?
  • Flexibility (Fleksibilitas) : Berapa banyak cara pengguna berinteraksi dengan tampilan pada sistem?
  • Robustness (Ketahanan) : Seberapa baik kita membimbing pengguna yang menghadapi kendala/error ?

Sementara itu Nielsen dan Schneiderman memaparkan bahwa usability disusun atas 5 prinsip :

  • Learnability (Kemampuan untuk dipelajari) : Seberapa mudah pengguna baru untuk menavigasi interface ?
  • Efficiency (Efisiensi) : Seberapa cepat pengguna bisa melakukan pekerjaan/perintah yang diminta
  • Memorability (Daya Ingat) : Jika pengguna tidak menggunakan sistem selama beberapa saat, apakah ketika dia menggunakannya kembali akan ingat dengan interface-nya?
  • Errors : Berapa banyak error yang dibuat pengguna dan bagaimana mereka menyelesaikan error/kendala tersebut
  • Satisfaction (Kepuasan) : Apakah pengguna menikmati tampilan/interface yang ditampilkan dan senang menggunakannya?

Pada akhirnya, The International Standard (ISO 9241) memaparkannya dalam 5 prinsip, yaitu :

  • Learnability (Kemampuan untuk dipelajari) : Seberapa mudah pengguna baru untuk menavigasi interface ?
  • Understandability : Seberapa baik pengguna dapat mengerti tampilan yang mereka lihat?
  • Operability : Seberapa besar kendali yang dapat dilakukan pengguna terhadap sistem yang ditampilkan?
  • Attractiveness (Daya Tarik) : Seberapa menyenangkan tampilan sistem bagi pengguna?
  • Usability Compliance (Pemenuhan kebutuhan) : Apakah interface yang ditampilkan memenuhi standar?

Artikel ini adalah bagian dari Artikel Metodologi dalam Desain Interaksi.
Artikel terkait lainnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Salam hangat,

vike sig

Vriske Rusniko

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

One Response

Tinggalkan Balasan