Flexibility-Usability Tradeoff

Design

Flexibility-Usability Tradeoff

Flexibility-Usability Tradeoff adalah kondisi dimana desain semakin fleksibel namun mengurangi kemudahan penggunaan.


Pengertian Flexibility-Usability Tradeoff

Flexibility-Usability Tradeoff adalah kondisi dimana desain semakin fleksibel namun mengurangi kemudahan penggunaan. Desain yang fleksibel dapat melakukan lebih banyak tugas namun beresiko untuk membuat desain menjadi kurang efektif. Flexible design biasanya akan terlihat lebih kompleks dan lebih sulit digunakan.

Contohnya adalah Swiss Army Knife. Swiss Army Knife memiliki bermacam-macam alat seperti gunting, obeng, alat pembuka botol, pisau dan lain sebagainya, yang dirancang sedemikian rupa agar muat dalam satu alat. Alat-alat dalam Swiss Army Knife secara umum mungkin berfungsi, namun kenyamanan saat menggunakan gunting swiss-army dibandingkan dengan gunting biasa tentu akan berbeda. Gunting biasa akan terasa lebih nyaman karena memang fungsi dan tujuannya hanya satu : menggunting. Sementara gunting dalam Swiss Army Knive mungkin bisa melakukan tugas untuk menggunting, namun pegangan saat menggunting biasanya akan terasa kurang nyaman.

Flexibility-Usability Tradeoff sebagai pertimbangan desain

Dari contoh Swiss Army Knife sebelumnya dapat kita lihat bahwa fleksibilitas dapat mengkompromikan banyak hal seperti kenyamanan pengguna, tingkat kompleksitas, waktu dan juga uang. Misalnya faktor kenyamanan, dari segi penggunaan tentu gunting biasa akan terasa lebih nyaman digenggam, namun Swiss Army Knife akan lebih nyaman untuk disimpan dan dibawa-bawa. Gunting biasa mungkin harganya hanya 1/10 dari Swiss Army Knife, tapi ketika kita membeli semua tools yang ada dalam Swiss Army Knife bisa jadi harganya akan tidak jauh beda dan membutuhkan tempat penyimpanan khusus serta sulit untuk dibawa bepergian (berat, memakan tempat, tidak efisien). Dari sini kita bisa melihat terjadinya tukar-tambah nilai antara tools yang berfungsi satuan versus Swiss Army Knife.

Jadi, kapan kita mengutamakan fleksibilitas?

Fleksibilitas menjadi poin utama suatu pertimbangan desain ketika pengguna tidak bisa memastikan penggunaannya di masa mendatang.

Hah? Gimana? Oke, maksudnya begini, kita ambil contoh sebuah Personal Computer. Jika kita ditanya apa fungsi komputer maka jawabannya macam-macam: bisa jadi hari ini kita menggunakan komputer untuk menulis teks laporan, besoknya kita menggunakan komputer untuk mengedit foto, lusa kita menggunakan komputer untuk bermain game. Mungkin memang ada hal utama yang lebih kita prioritaskan dibanding yang lain, seperti saya misalnya sebagai desainer akan mencari komputer yang direkomendasikan untuk desain grafis, sementara ada yang mencari komputer untuk spesifikasi edit video. Ketika saya menentukan prioritas komputer saya adalah untuk mengakomodasi kebutuhan desain, saya tidak serta-merta mencari komputer yang hanya bisa desain saja. Komputer saya juga setidaknya harus bisa untuk menjalankan Microsoft Office, mendengarkan musik, menonton video, berselancar di internet, dlsb. Sehingga komputer memiliki fleksibilitas yang dapat diantisipasi oleh penggunanya. Saya tidak dapat memastikan komputer tersebut digunakan untuk apa, bahkan bisa jadi saya menggunakan komputer tersebut untuk beberapa tujuan sekaligus seperti mengedit foto sambil mendengar lagu. Berbeda dengan GameBoy Advance yang penggunaannya hanya untuk satu tujuan: bermain game.

Apa maksudnya fleksibilitas yang dapat diantisipasi? Dapat diantisipasi maksudnya adalah mudah diprediksi, jangan sampai karena terlalu fleksibel sehingga menjadi kebablasan. Misalnya dalam kasus rumah pintar. Mungkin anda pernah mendengar Alexa atau Google Home dimana peralatan pintar dapat melakukan pekerjaan hanya dengan perintah suara. Bayangkan jika alexa atau google home ini dapat mendengar perintah dari siapa saja. Ketika menonton film tiba-tiba karakter di film tersebut memberi perintah alexa (yang ada di film) namun alexa di rumah anda juga menuruti perintah tersebut padahal anda tidak memerintahkannya adalah contoh kasus dimana fleksibilitas suatu alat menjadi kebablasan.

Kebutuhan pengguna adalah pertimbangan utama dalam menentukan apakah kita akan membuat desain yang berfokus pada usability atau flexibility.

Dari contoh di atas dapat terlihat bahwa usability diutamakan untuk tujuan yang lebih spesifik, sementara fleksibilitas diutamakan jika penggunaan produk/desain memiliki berbagai tujuan/penggunaan yang berbeda-beda (bervariasi). Mana yang lebih baik? Tergantung kebutuhan pengguna. Jika pengguna hanya beraktivitas di rumah, maka membeli tools sesuai fungsinya akan lebih nyaman digunakan selain itu tempat penyimpanan lebih luas, jika membeli Swiss Army Knife hanya untuk penggunaan di rumah mungkin malah mudah tercecer dan hilang. Namun, jika pengguna lebih sering bepergian, maka Swiss Army Knife mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat karena ringan, ringkas, hemat tempat, mudah dibawa dan memiliki berbagai fungsi.

Share on:

with love,

Thank you for all the readers! If you like the content and want to support, you can donate via Ko-fi (Global) or Trakteer (Indonesia)

Postingan sebelumnya

Postingan selanjutnya

A/B Testing

Tinggalkan komentar

Home
Journal
Design
Others
Search