vriske rusniko

portfolio & personal website

Start With Why by Simon Sinek (Review Buku)

 Baca juga:

Banyak yang membaca ‘Start with Why’ konon karena terpengaruh oleh TED Talks beliau.  Jujur saja ketika membeli dan membacanya saya belum nonton TED Talks yang dimaksud. Saya membeli buku ini lebih karena buku ini selalu nongol di recommended books Goodreads saya. 

Tentang apakah buku ini?

Buku ini menyampaikan pentingnya mengidentifikasi tujuan suatu bisnis/organisasi untuk kemudian mengambil tindakan sesuai visi besarnya. Contoh yang paling umum dijumpai di buku ini adalah Apple Inc.

Sejujurnya ketika pertama kali saya beli, saya pikir ini adalah semacam buku yang lebih berfokus kepada self development. Sebenarnya ga salah juga karena beberapa aspek di buku ini memang memuat tentang hal tersebut. Ada bagian-bagian dari buku ini yang menunjukkan bagaimana pemimpin yang menginspirasi berpikir, bertindak, dan berkomunikasi. Dan seperti judulnya, tindakan-tindakan para pemimpin tersebut dimotivasi oleh ‘Mengapa’, Mengapa mereka melakukan hal tersebut?

Dengan harapan menemukan sesuatu hal yang filosofis, ternyata buku ini lebih membahas mengenai faktor mengapa tersebut dalam lingkup, uhm, bisnis.

Start with Why : Buku bisnis yang filosofis?

Seperti saya bilang sebelumnya, buku ini adalah buku bisnis. Meskipun di sampul (versi Bahasa) ada embel-embel “Cara Pemimpin Besar menginspirasi orang untuk bertindak”, yang dimaksud Sinek sebagai pemimpin besar di sini adalah bos-bos perusahaan raksasa. Jarang dijumpai contoh-contoh misalnya Presiden negara manalah, aktivis siapalah sebagai sosok pemimpin besar di buku ini. Alih-alih Sinek lebih suka menggunakan contoh seperti Steve Jobs, Bill Gates, ataupun Herb Kelleher, pendiri Southwest Airlines.

Isi buku Start with Why ini lebih banyak membahas mengenai contoh-contoh kasus yang memperkuat premisnya mengenai faktor ‘Why’ atau ‘Mengapa’ yang sangat penting dalam membangun perusahaan, terutama untuk jangka panjang. Saya pikir hal ini adalah pengingat yang cukup manis lah, dimana banyak sekali perusahaan di masa sekarang lebih suka sesuatu yang menghasilkan keuntungan serba cepat serba instan, langsung terlihat di depan mata.

Manfaat dari “Mengapa”

Menurut Sinek, banyak efek-efek positif dengan mengetahui “Mengapa”-nya suatu perusahaan. Seperti misalnya, dengan mengetahui mengapa perusahaan ini didirikan, tujuan dari perusahaan, dan mengapa perusahaan tersebut mengambil langkah ABCD, tidak seperti kebanyakan perusahaan lain yang mengambil langkah XYZ dan berhasil menyampaikan hal itu kepada karyawannya, maka karyawan akan mengetahui kenapa perusahaan tersebut istimewa. Impact tambahannya adalah mereka akan lebih semangat bekerja, karena tahu apa yang mereka tuju.

Manfaat lain yang disebutkan Sinek sebagai manfaat mengetahui “Mengapa” adalah memperjelas visi. Dengan visi mengapa yang solid kita akan meyampaikan sesuatu dengan jelas. Sehingga hal-hal yang kita sampaikan adalah sesuatu yang bersifat menginspirasi alih-alih manipulasi.

Dalam menyampaikan manfaat mengapa ini, Simon Sinek senang menyampaikan dalam berbagai contoh-contoh cerita. Setiap contoh cerita dalam Start with Why ini ada hikmah dan penjelasan dimana faktor ‘Mengapa’ berperan. Menurut saya, cerita-cerita yang disampaikan Sinek ini memang cukup menarik sih.

Kesimpulan Buku Start with Why

Jika kamu mencari buku self development, this book might be not what you are looking for. Biarpun telah saya sampaikan sebelumnya memang ada nilai-nilai leadership yang ada di buku ini, namun buku ini nyaris tak lebih dari sekumpulan contoh-contoh penggunaan “why” dalam bisnis yang sudah menjadi besar & mapan. Tidak banyak tips-tips entah itu psikologis, atau bahkan filosofis yang benar-benar membantu kita meningkatkan kepemimpinan kita sebagai individu. Kita adalah pemimpin bagi diri kita, namun di buku Sinek, kepemimpinan digambarkan sebagai sesuatu yang memang “semewah itu”, menjadi bos perusahaan teknologi, perusahaan penerbangan, dlsb.

Banyak yang bilang bahwa daripada sibuk-sibuk membaca dan menghabiskan waktu membaca buku ini lebih baik nonton langsung TED Talks Simon Sinek yang cuma 20 menit itu. Konon banyak penggemar Sinek yang kecewa dengan buku ini karena buku ini tak lebih dari TED Talks Sinek yang ditambah bumbu-bumbu yang gak begitu penting.

Saya sendiri, seperti di awal postingan ini, belum pernah nonton TED Talksnya, jadi bagi saya ya ga kecewa-kecewa banget lah karena emang ga tahu banyak soal siapa Simon Sinek itu. Sehingga apabila diambil kesimpulan : buku ini tak lebih dari versi tertulis TED Talks Simon Sinek + contoh-contoh mendetail mengenai faktor “Why” dalam kasus-kasus bisnis yang kemudian mengangkat bisnis tersebut menjadi penguasa pasar.

Sekian reviewnya, semoga membantu~

Salam hangat,

vike sig

Vriske Rusniko

Share

this:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Tinggalkan Balasan