Whitelab Eye Cream



EWG Score

Ewg Scoring Header

Hijau : Low Hazard | Orange : Moderate Hazard | Merah : High Hazard | Hitam : Tanpa keterangan

Warna pada komposisi produk mengacu kepada ‘Hazard Score Key’ EWG Cosmetics Database.

Pelajari bahan-bahan skin care di sini.

Beberapa bahan mungkin memiliki range angka tergantung penggunaannya. Contoh: suatu bahan memiliki range score EWG 1-3 dimana berdasarkan EWG score 1&2 masuk pada kategori hijau dan 3 sudah berada dalam kategori moderate (warna orange). Maka, dalam ulasan berikut warna yang diberikan adalah berdasarkan angka tertinggi (dalam contoh adalah 3), sehingga warna bahan akan menjadi berwarna orange. 

whitelab eye cream

Tentang produk

Whitelab Eye Cream

Sumber : Whitelab official website

Ketika penuaan terjadi, area mata adalah yang pertama menunjukkan perubahannya. Kulit pada area mata yang tipis, akan lebih mudah mengendur dan garis halus serta kerutan akan lebih mudah terlihat.

Whitelab Eye Cream hadir dengan kandungan 3 jenis Peptides serta Beta Glucan pada kandungannya.

  • Meningkatkan kekencangan kulit
  • Membantu mengurangi garis halus disekitar mata
  • Meningkatkan produksi kolagen
  • Meminimalisir dan mengencangkan kantung mata
  • Meningkatkan hidrasi dan kelembaban kulit
  • Meregenerasi sel-sel kulit pada area sekitar mata
  • Membantu mencerahkan area gelap di sekitar mata

Komposisi / Ingredients

Whitelab Eye Cream

Aqua, Butylene Glycol, Cyclopentasiloxane, Glycerin, PEG/​PPG-20/​20 Phenylisopropyl Caprylyl Dimethicone, Beta-Glucan, Phenoxyethanol, Avena Sativa Kernel Oil, Sodium Polyacrylate, Poria Cocos Extract, Carbomer, Dicaprylyl Carbonate, Polyglyceryl-3 Caprate, Triethanolamine, Tocopheryl Acetate, Allantoin, Ethylhexylglycerin, Glycogen, Dipeptide-2, Acetyl Tetrapeptide-2, Sodium Hyaluronate, Copper Tripeptide-1, Parfum, Ethyl Ascorbic Acid, Chenopodium Quinoa Seed Extract.
 
Bahan dapat berubah sesuai kebijakan produsen. 
Untuk daftar bahan terlengkap dan terbaru, silakan merujuk ke kemasan produk.


Informasi Komposisi

Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat  di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk. Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.

Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.


Pekerjaan utama Butylene Glycol adalah menjadi pelarut untuk bahan lainnya. Tugas lainnya termasuk membantu produk menyerap lebih cepat dan lebih dalam ke dalam kulit (penambah penetrasi), membuat produk menyebar dengan baik ke kulit, dan menarik air (humektan) ke dalam kulit.

Silikon berstruktur siklik berukuran panjang 5 unit yang sangat umum digunakan. Bersifat setipis air dan tidak menempel di kulit namun dapat menguap (disebut silikon volatil). Mirip dengan silikon lainnya, Cyclopentasiloxane memberi kulit dan rambut kesan halus dan lembut.

Pelembab alami yang juga ada di kulit kita.Molekul yang sangat umum, aman, efektif, dan murah dan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun. Menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat, melindungi dari iritasi, membantu memulihkan lapisan kulit.

Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.

Polimer superabsorben (molekul besar dari subunit berulang) yang memiliki kemampuan mengikat air yang luar biasa. Kadang-kadang disebut sebagai “waterlock” dan dapat menyerap 100 hingga 1000 kali massanya dalam air. Adapun penggunaannya dalam produk kosmetik adalah sebagai multi-tasker praktis yang mengentalkan formula berbasis air dan memiliki beberapa sifat pengemulsi juga menstabilkan emulsi.

Bahan yang membantu menyetel pH formulasi kosmetik agar tepat. Bahan ini sangat basa: larutan 1% memiliki pH sekitar 10.

Versi vitamin E murni yang paling umum digunakan dalam kosmetik. Menurut Leslie Baumann, meskipun bahan ini lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama, ia juga lebih sulit diserap oleh kulit dan mungkin tidak memiliki efek perlindungan cahaya mengagumkan yang sama dengan Vit E.

Bahan menenangkan super umum. Ini dapat ditemukan secara alami di akar & daun tanaman komprei, tetapi lebih sering daripada tidak apa yang ada di produk kosmetik diproduksi secara sintetis. Tidak hanya menenangkan tetapi juga melembutkan dan melindungi kulit serta dapat mempercepat penyembuhan luka.

Zat pelembut kulit sintetis juga digunakan sebagai bahan pengawet, zat pembawa, atau zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya seperti Phenoxyethanol.

Rekomendasi Belanja

vriske.com is a reader-supported blog. When you buy through links on our site, we may earn little affiliate commission.

Rating & Review

Total Review

0
Rated 0 out of 5
0 out of 5 stars (based on 0 reviews)
Excellent0%
Very good0%
Average0%
Poor0%
Terrible0%

There are no reviews yet. Be the first one to write one.

Share on:

with love,

Thank you for all the readers! If you like the content and want to support, you can donate via Ko-fi (Global) or Trakteer (Indonesia)

LEBIH UNTUNG PAKAI SHOPBACK 💵

Dapatkan uang Cashback setiap Anda belanja di ratusan e-commerce via ShopBack, uang cashback tersebut bisa dicairkan ke dalam rekening bank Anda (BCA, BNI, BRI, CIMB Niaga, Mandiri).

PECINTA PROMO WAJIB CEK 🤑

Berbagai macam kupon, promo, diskon, hot deals dari berbagai marketplace favoritmu kita rangkum di sini!

Postingan sebelumnya

Postingan selanjutnya

Tinggalkan komentar

Home
Journal
Design
Others
Search