Mengenal Reksadana dan Jenis-Jenisnya

Apa itu reksadana? Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan (KBBI).

Seperti yang disampaikan dengan cukup sempurna oleh KBBI, reksadana adalah instrumen patungan yang mana dananya didapat dari masyarakat dan diolah oleh pihak yang selanjutnya kita sebut sebagai Manajer Investasi (MI).

 

Mengapa sih seseorang berinvestasi di reksadana? Reksadana memungkin seseorang untuk mendapatkan bunga lebih besar daripada bunga tabungan biasa namun dengan saldo awal yang tidak terlalu tinggi. Biasanya pemilihan reksadana sebagai instrumen investasi adalah karena seseorang tersebut tidak mau terlalu berepot-repot untuk mengurus dana mengendap yang dia punya. Pada tulisan ini, maksud dana mengendap adalah dana yang kita miliki yang kita diamkan saja. Seperti kata Robert Kiyosaki, kita harus berusaha supaya uang bisa bekerja untuk kita meskipun kita sedang tidur. Namun untuk memilih dan mengecek berbagai bentuk investasi itu sangat memakan waktu, ditambah pengetahuan kita soal finansial yang mungkin terbatas.

 

Reksadana ibarat gado-gado. Isinya bisa campur-campur segala rupa. Namun demikian, ada kalanya saat kita pesan gado-gado, kita tidak ingin jenis makanan tertentu masuk dalam gado-gado tersebut. Biasanya anda akan memesan gado-gado tanpa timun misalnya, atau tanpa telur, dst. Begitupun reksadana, meskipun dalam pelaksanaanya dilakukan oleh MI, namun sebelum membeli kita harus mengecek terlebih dahulu prospektus-nya agar kita tahu uang kita digunakan dalam instrumen investasi apa saja.

Jenis-Jenis Reksa Dana

Reksa dana dapat dibagi menjadi 4 jenis. Pembagian jenis reksadana ini akan mempermudah kita memilih reksa dana sesuai dengan profil risiko kita.

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Reksadana Pasar Uang adalah reksadana yang dana kelolaannya ditempatkan 100% pada instrumen Pasar Uang. Contoh instrumen pasar uang antara lain : obligasi yang jatuh tempo kurang dari setahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

 

Jika reksadana juga ditempatkan pada deposito, apa bedanya dengan deposito? Bagi saya, yang paling jelas membedakannya adalah dana penempatan awal. Jika untuk deposito rata-rata hanya bisa dibuka dengan dana penempatan awal minimal 8-10 juta, maka dana penempatan awal reksadana bisa jauh lebih murah dari itu. Bahkan sekarang marketplace sudah banyak yang memfasilitasi pembukaan reksadana dengan setoran awal 10ribu rupiah saja.

 

Seperti bisa dilihat dari instrumen penempatannya, reksadana ini memiliki risiko yang kecil sekali namun dengan suku bunga yang lebih kompetitif daripada bunga bank untuk tabungan reguler.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun.

 

RDPT mengonsentrasikan asetnya pada efek utang, sehingga apabila utang tersebut berhasil dibayarkan beserta bunganya bisa jadi bunga yang akan didapatkan lebih besar daripada bunga deposito. Namun, apabila perusahaan gagal bayar, maka bisa jadi investor pun merugi. Kerugian akibat gagal bayar tersebut dianggap sebagai risiko investasi. Namun jangan terlalu parno terhadap hal ini, karena pada dasarnya perusahaan juga sudah mempunyai strategi pembayaran utang dan utang yang diajukan biasanya adalah bagian dari strategi pengembangan bisnis. Yang perlu diperhatikan adalah tidak ada strategi perusahaan yang tidak berisiko sama sekali.

Reksa Dana Campuran

Reksadana  campuran adalah reksadana yang terdiri dari gabungan antara saham, obligasi (surat utang) dan pasar uang. Masing-masing alokasinya merupakan kombinasi antara efek ekuitas (saham) dan efek utang (obligasi) tidak ada yang melebihi 79% (finansialku.com)

Jadi, tidak boleh dalam RDC alokasinya di pasar uang semua, di saham semua, atau di utang semua. Dalam RDC, 3 hal tersebut wajib ada dengan porsi tidak lebih dari 79% dari total aset.

Karena RDC memiliki efek ekuitas (saham) di dalam bagiannya, maka reksadana ini direkomendasikan untuk jangka menengah-panjang.

Reksa Dana Saham

Reksadana Saham adalah jenis Reksadana yang menempatkan investasi ke pembelian saham – saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hasil keuntungan diperoleh dari kenaikkan harga saham (capital gain) yang dibeli di bursa (duwitmu.com).

Suatu reksadana saham harus memiliki alokasi 80% atau lebih pada saham dan sisanya pada instrumen pasar uang. Kewajiban pemerintah agar RDS juga melakukan penempatan di pasar uang adalah karena harga saham sangat fluktuatif, jadi menghindari risiko jatuh terlalu dalam.

Sebenarnya kalau saya pribadi, daripada berinvestasi pada RDS lebih baik langsung nyemplung ke investasi sahamnya. Selain supaya belajar untuk mengerti, kita juga bisa memilih sendiri emiten yang strategi, visi-misi perusahaannya sesuai dengan kita. Sementara pada RDS artinya membebaskan MI untuk memilih emiten yang mereka kehendaki. Singkatnya, kalau invest saham langsung perusahaannya kita yang pilih, sementara kalau pakai reksadana saham maka Manajer Investasi yang pilihin. Kembali lagi, pilihannya terserah padamu 😉

 

Namun, di antara semua itu, yang paling penting adalah : mulailah berinvestasi dari sekarang.

 

Apakah investasimu berbentuk reksadana, deposito, obligasi, dlsb, yang namanya investasi akan lebih baik jika dilakukan sesegera mungkin. Waktu yang paling tepat untuk memulai berinvestasi adalah 2 tahun lalu, namun jika kamu melewatkan maka waktu selanjutnya adalah sekarang.

Selamat berinvestasi!


Image Used : Background vector created by macrovector – www.freepik.com