Laneige White Dew Sherbet Cream

Laneige White Dew Sherbet Cream merupakan krim yang melembapkan dan mencerahkan sekaligus menenangkan kulit kusam yang terpapar oleh sinar matahari. Dengan tekstur lembut seperti sherbet, membantu kulit terlihat lebih cerah dan jernih.
Laneige White Dew Sherbet Cream

Warna pada komposisi produk mengacu kepada ‘Hazard Score Key’ EWG Cosmetics Database.

Hijau : Low Hazard
Orange : Moderate Hazard
Merah : High Hazard
Hitam : Tidak ada keterangan

Beberapa bahan mungkin memiliki range angka tergantung penggunaannya. Contoh: suatu bahan memiliki range score EWG 1-3 dimana berdasarkan EWG score 1&2 masuk pada kategori hijau dan 3 sudah berada dalam kategori moderate (warna orange). Maka, dalam ulasan berikut warna yang diberikan adalah berdasarkan angka tertinggi (dalam contoh adalah 3), sehingga warna bahan akan menjadi berwarna orange. 

Untuk lebih jelas mengenai bahan skor pada bahan, lihat glosarium tentang bahan skin care di sini.

EWG Score

Konten halaman

EWG Scoring
Laneige White Dew Sherbet Cream
Beli produk asli di sini

Tentang produk

Laneige White Dew Sherbet Cream merupakan krim yang melembapkan dan mencerahkan sekaligus menenangkan kulit kusam yang terpapar oleh sinar matahari. Dengan tekstur lembut seperti sherbet, membantu kulit terlihat lebih cerah dan jernih.

Komposisi / Ingredients

Laneige White Dew Sherbet Cream

Water / Aqua / Eau, Propanediol, Glycerin, Squalane, Cetyl Ethylhexanoate, Dimethicone, Butylene Glycol, Trehalose, Glyceryl Stearate, Butyrospermum Parkii (shea) Butter, Sodium Polyacrylate Starch, 1,2-Hexanediol, Cetyl Alcohol, Panthenol, Fragrance / Parfum, PEG-75 Stearate, Carbomer, Glyceryl Caprylate, Tromethamine, Ceteth-20, Steareth-20, Ethylhexylglycerin, Saururus Chinensis Extract, Disodium EDTA, Raffinose, Yeast Extract / Faex / Extrait De Levure, Phenoxyethanol, Tocopherol

Manfaat Produk

Laneige White Dew Sherbet Cream

Bahan utama pencerah pada White Dew “Saururus chinensis extract”
Ekstrak Saururus chinensis yang berasal dari tumbuhan dapat membantu mencerahkan kulit.

Menurunkan suhu kulit yang terpapar sinar matahari hingga 3,7 derajat
Kelembapan yang menenangkan dapat menurunkan suhu kulit yang kusam akibat terpapar sinar matahari.

Mencerahkan wajah dengan resiko iritasi yang rendah
Menjadikan kulit tampak lebih cerah dengan resiko iritasi yang rendah, terbukti telah melewati hyper allergy tests.

Tekstur Sherbet yang memberikan kelembapan maksimal
Tekstur krim Sherbet yang lembut memberikan efek menyejukkan dan terasa lembap pada kulit karena dengan perlahan menyerap di kulit.

Bahan perawatan kulit yang paling umum dari semuanya. Biasanya terdapat  di tempat pertama daftar bahan, artinya merupakan kandungan dominan dari komposisi pembentuk produk.

Merupakan pelarut untuk bahan yang tidak bisa larut dalam minyak.

Air yang digunakan dalam kosmetik biasanya telah dimurnikan dan dideionisasi (artinya hampir semua ion mineral di dalamnya dihilangkan). Hal ini dapat membuat produk tetap stabil dari waktu ke waktu.

Emolien yang dapat membuat kulit terasa nyaman dan halus. Berasal dari minyak kelapa dan gliserin, bertekstur ringan, bening, tidak berbau dan tidak berminyak. Bahan yang bagus dan terasa enak di kulit, ditoleransi dengan sangat baik oleh setiap jenis kulit dan mudah diformulasikan.

Pelembab alami yang juga ada di kulit kita
Molekul yang sangat umum, aman, efektif, dan murah dan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun
Menjaga lipid kulit di antara sel-sel kulit kita dalam keadaan sehat (kristal cair), melindungi dari iritasi, membantu memulihkan lapisan kulit.

Membuat kulit menjadi halus, menciptakan kilau halus dan membentuk pelindung (alias oklusif). Selain itu bekerja dengan baik untuk mengisi garis-garis halus dan kerutan dan membuat kulit terlihat kencang (untuk sementara).

Bahan lilin padat yang membantu minyak dan air bercampur, alias pengemulsi. Ini berasal dari alkohol berlemak yang disebut stearil alkohol dengan cara etoksilasi dan dengan demikian membuat molekul lebih larut dalam air.

Aman dan lembut. Bukan paraben. Diperkenalkan sekitar tahun 1950 dan dapat digunakan hingga 1% di seluruh dunia. Dapat ditemukan di alam – dalam teh hijau – tetapi versi yang digunakan dalam kosmetik adalah sintetis.

Tinggalkan Balasan