Elementor : Bikin WordPress-mu Keren, Gratis & Tanpa Koding

elementor wordpress

Udah beli hosting dan domain atau udah upgrade ke wordpress berbayar, kamu wajib coba pakai Elementor ! Website saya pribadi ini (iya, yang lagi kamu baca ini) juga dibangun dengan menggunakan Elementor loh. Coba deh eksplor-eksplor website saya ini buat tau potensi dari plugin canggih ini (sekalian ngiklan, huehehe).

Sebelum lanjut lebih jauh, saya harus disclaimer sekali lagi ya. Elementor ini hanya bisa digunakan pada website yang berbasis wordpress, alias wordpress website yang sudah memiliki hosting+domain tersendiri. Dengan kata lain, blog-blog yang masih di belakangnya masih nyangkut embel-ember wordpress.com (semisal namablogkamu.wordpress.com) tidak bisa menggunakan plugin Elementor ini ya.

Tidak Perlu Theme Khusus

Sebelum menggunakan Elementor, saya menggunakan tema berbayar yang didalamnya terdapat plugin web builder. Karena telah mencoba keduanya, saya merasakan kelebihan dari plugin Elementor untuk kustomisasi desain dibandingkan dengan menggunakan theme berbayar.

Jika menggunakan theme berbayar, biasanya kita juga “direkomendasikan” untuk menginstall plugin-plugin yang menunjang atau memaksimalkan theme tersebut. Buat saya yang lebih senang less plugin as possible, disuruh instal plugin ini-itu sebenarnya malas banget. Tapi kalau tidak dimaksimalkan tema berbayarnya rasanya sayang juga.

Nah, ketika pertama kali ketemu Elementor, saya pikir ini sejenis theme yang ada WP Buildernya, tapi setelah download kok disuruhnya upload-nya di plugin (biasanya untuk tema, kita harus upload zip file-nya di dashboard tema kan). Sebagai informasi tambahan, saat ini saya menggunakan tema yang sudah disediakan WordPress yaitu “Twenty Nineteen”. Yasudah, ikuti sesuai petunjuk, upload ke dashboard plugin dan Voila! Bener aja dong, waktu bikin postingan baru langsung ada tombol tambahan apabila kita ingin membuat post/page dengan menggunakan Elementor.

Tampilan saat menulis postingan baru setelah menginstall plugin Elementor (pada mode Gutenberg).

Sementara kalau WordPress-mu masih klasik tampilannya akan seperti berikut :

Membuat blog post dengan Elementor

Ketika memilih untuk membuat blog post atau halaman, kita akan diteruskan ke halaman dimana plugin ini bisa digunakan, halaman ini bisa dibilang cukup meng-cover tampilan live view dari post, namun biasanya ada “sedikit” pergeseran tergantung dari settingan blog kita, apakah kita menghendaki tampilan fullscreen width atau boxed layout. Yah, intinya sedikit perlu latihan lah agar terbiasa. Tapi gampang kok.

Kita bisa langsung drag-drop komponen yang ada di sebelah kiri ke layar di sebelah kanan (tempat kotak bergaris putus-putus). Tapi kita juga bisa memilih membuat struktur terlebih dahulu. Apakah kita mau membuat kolomnya hanya satu, dibagi dua, tiga dlsb. Setelah kolom dibuat baru deh tinggal drag-drop ke kolom tersebut

Selengkapnya bisa intip video berikut :

Menarik banget kan buat dieksplor 😀 ! Semoga next time saya bisa sharing tutorial yang lebih komprehensif soal Elementor ini ya. Stay tuned!

Buat yang tertarik dan penasaran, bisa langsung download di link berikut ya :

Download Elementor

Download Elementor di sini :


Go to website

Salam hangat,

vike sig

Vriske Rusniko

Share

this:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest

One Response

Tinggalkan Balasan