Akhirnya (Mau) Membuat Youtube Channel Sendiri

Pikiran untuk akhirnya membuat Youtube Channel sejatinya baru muncul beberapa bulan belakangan ini. Sejujurnya saya rasa saya belum punya cukup nyali untuk tampil di “depan umum” apalagi dengan suara saya yang cempreng ini.

Saya sendiri sebenarnya dibilang tidak terlalu intensif nonton youtube. Biasanya nonton hanya untuk mengisi waktu makan siang karena durasi video youtube menurut saya pas sekali untuk menemani waktu makan. Channel-channel yang saya pilih untuk menemani saya makan biasanya Ted-Ed, TEDx, The Futur, atau Suhay Salim. Belakangan mulai suka nonton Hari Jisun, karena ngeliat dia dan mamanya makan kok kayaknya bahagia dan hampir selalu habis (tapi jadi bikin mupeng! Duh). Selain secara kasual menonton channel-channel tersebut, penggunaan Youtube saya lebih banyak terpusat kepada tutorial. Entah itu tutorial software, tutorial masak, tutorial alat, dlsb.

Kalau ngomongin Beauty Vlogger, saya hanya mengikuti Suhay Salim (apakah Safiya Nygaard termasuk beauty vlogger?) , tentunya karena gaya berbicara mba Suhay yang seru & to the point. Pertama kali nonton videonya yang mereview produk Moko-Moko, dan iseng intip beberapa video lainnya yang ternyata cukup seru. Yasudah, subscribe deh.

Akhirnya setelah melihat kecenderungan tontonan saya, saya menyimpulkan bahwa kebanyakan tontonan saya setidaknya harus memberikan rasa “Oooooooo”  momen.

 

Namun Inspirasi Terbesar datang dari Hujan Tanda Tanya & Safiya Nygaard

 

Jika pun ingin membuat Youtube Channel, saya tidak ingin terjebak dalam tuntutan konten yang hanya memamerkan privasi dan keseruan yang dangkal. Saya merasa tidak nyaman dengan hal itu, dan mudah-mudahan tidak terjebak ke dalamnya.

Obrolan soal “membuat channel youtube sendiri” bermula dari bincang-bincang santai tentang fenomena youtuber di Indonesia sampai akhirnya muncul suatu pertanyaan : “Lo kalau mau bikin channel youtube mau bikin temanya apa?”.

Hmm…. “Mungkin tutorial?”, jawab saya tidak yakin. “Yang jelas gue gak mau yang kebanyakan hey guysss welcome back to my channel trus nampilin ekspresi muka yang oh-my-god-konten-gw-seru-abis-parah-lo-harus-nonton looks. Ya mungkin kayak gitu emang bisa ngegaet pasar tapi gue ngerasa ga nyaman aja kalau harus begitu haha.”

Sampai akhirnya ketemu channel Hujan Tanda Tanya (Hutata) dan dalam hati membatin “mungkin kalau punya channel pengen juga bikin yang begini. Gak perlu cantik/ganteng/stylish/tajir dlsb untuk tampil karena kontennya sendiri sudah menarik. (PS: Tenang fik, gw bilang gini bukan karena lo jelek kok. Actually you are pretty good looking. Ciye).

Selanjutnya inspirasi juga datang dari Safiya Nygaard. Safiya adalah mantan youtuber Buzzfeed yang kemudian memutuskan untuk keluar dan membuat channelnya sendiri bersama kekasihnya Tyler dan beberapa temannya. Sebenarnya si Saf ini bukan inspirasi-inspirasi banget, tapi ada beberapa video dia yang pada akhirnya membuat saya menjentikkan jari dan berkata “akhirnya gw tau gw mau bikin channel seperti apa!”.

Membuat Channel Eksperimen, Kolaborasi & Edukasi

 

Setelah momen “menjentikkan jari” tersebut, bayangan untuk membuat Youtube channel sendiri semakin jelas. Saya ingin membuat channel yang mengusung semangat bereksperimen, berkolaborasi dan sekali-kali memberi edukasi. Sudah ada beberapa ide untuk eksperimen-eksperimen ala Safiya Nygaard (iya, masih mencontoh dulu, semoga nanti-nanti bisa lebih orisinil ya!) yang bakal coba saya eksekusi dengan cara kolaborasi dan prosesnya didokumentasikan via youtube.

 

Penasaran kolaborasinya? Tunggu update blog selanjutnya untuk lebih detail ya!