VR.Review : Ricoh Theta S Part.2 – Theta App

Theta App : Quick View

Theta App adalah aplikasi yang dapat diinstal pada smartphone kita untuk meningkatkan performance dari Theta Camera. Overall, aplikasi ini cukup mudah digunakan dan sangat membantu terutama karena fitur remote shutter dan live view-nya. Pengaturan lain yang bisa kita lakukan melalui Theta App ini antara lain pengaturan Shutter Speed, ISO dan White Balance.

Auto Mode

 

Auto Mode bisa dibilang cukup baik. Entah karena ketika dicoba cahayanya lagi bagus atau gimana. Tapi memang dibanding fitur ‘shutter priority’ atau ‘ISO priority’ (yang distel asal saja) pada waktu pemotretan yang sama, fitur auto ini adalah yang paling jelas dengan bintik (grainy)  lebih sedikit dibandingkan fitur ISO Priority atau Shutter Priority.

Shutter Priority

 

Pada fitur “Shutter Priority“, kita bisa mengatur shutter speed yang kita inginkan. Shutter speed ini berfungsi “membekukan” gerakan. Angka yang tampil pada menu adalah 1/(focal length). Semakin besar focal length-nya maka sensor kamera akan semakin cepat. Jadi, kalau memotret benda bergerak supaya terlihat “beku” (misalnya hewan peliharaan) perbesar nilai focal length-nya.

ISO Priority

ISO Priority merupakan kebalikan dari shutter priority pada kamera Theta S ini. Jika Shutter Priority membebaskan kita mengatur shutter speed sementara ISO-nya otomatis ditentukan kamera, maka pada mode  ISO priority kita diberi kebebasan mengatur ISO yang akan digunakan. Semakin besar ISO maka semakin terang foto yang dihasilkan (namun dapat berakibat foto menjadi grainy atau berbintik).

Manual Mode

 

Pada Manual Mode, kita bisa mengatur baik ISO, Shutter speed, Exposure dan White Balance (WB). Memang Theta S hanya terdapat 4 settingan itu saja untuk fitur pemotretannya. Exposure dan WB sendiri bisa kita temukan dalam semua mode, baik auto, shutter priority, ISO priority ataupun manual.

Lainnya

Selain melakukan settingan untuk pemotretan, Theta App juga mendapatkan tugas untuk mengatur kualitas foto yang kita ambil. Tersedia 2 pilihan ukuran foto yang dapat kita pilih.

Selain itu kita juga bisa men-setting timer melalui aplikasi ini dengan fitur interval shot. Seperti yang saya keluhkan pada postingan pertama, saya masih merasa sayang sekali Theta S ini tidak memiliki fitur timer langsung pada body kamera. Jika sudah tersedia pada body kamera, kita bisa menggunakan fitur tersebut meskipun smartphone kita mati.

Personal Notes

Ada beberapa hal lain yang mungkin perlu kamu ketahui perihal Theta S + Theta App ini. Penggunaan app ini pada smartphone saya bisa dibilang sangat-sangat boros baterai dan bikin smartphone saya jadi luar biasa panas (saya pake Zenfone 5 btw).  Entah smartphone saya sedemikian usangnya atau bagaimana, yang jelas begitulah yang terjadi. Ibaratnya jika smartphone saya dalam keadaan baterai 100%, maka jika menggunakan aplikasi ini terus menerus selama 1 jam bersama Theta kameranya maka dalam satu jam kemudian smartphone saya bisa drop dead alias baterai 0%.

Selain itu konektivitas antara Theta S camera dengan Theta App adalah via Wi-Fi. Agak ga paham juga kenapa tidak ada opsi menggunakan bluetooth ya? Apa karena jangkauan wifi lebih luas dibanding bluetooth? Entahlah. Terlepas dari apapun alasannya, saya rasa koneksinya tidak sestabil kalau menggunakan bluetooth. Apalagi kalau ada wifi lain dalam jangkauan smartphone, seringkali smartphone malah otomatis mengoneksikan diri dengan wifi lain sehingga koneksi dengan Theta kamera jadi terputus. Dan tidak ketinggalan, Theta app ini juga berfungsi untuk men-share hasil foto kita ke sosial media termasuk Theta360.com.

Share thisShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Search stories by typing keyword and hit enter to begin searching.