Affinity Designer : Alternatif yang Lebih Murah untuk Photoshop & Illustrator

Rasanya masih belum ada yang bisa menggeser kedudukan Photoshop sebagai graphic design software yang paling sering dipakai. Memang sih, sejak Adobe mengeluarkan seri CC dengan model bisnis berlanggan, produk keluaran Adobe jadi lebih “terjangkau” dibandingkan seri sebelumnya yang satu software-nya saja bisa belasan juta.

Nah, sebagai alternatif dari Photoshop & Illustrator hadirlah Affinity Designer. Cukup sekali bayar kita sudah bisa memiliki software ini secara full dengan harga yang tidak terlalu mencekik.

Affinity Designer : First Impression 

Pertama kali saya tahu Affinity Designer karena ada teman yang share video introduction-nya Affinity Designer di timeline Facebook saya. Videonya beneran bikin ngiler designer! Waktu itu saya cuma bisa gigit jari karena Affinity hanya tersedia untuk Mac. Untungnya sekarang Affinity sudah tersedia untuk Windows, yay!

Affinity Designer : Interface

Untuk kamu yang sudah terbiasa dengan Photoshop, maka interface dari Affinity Designer ini harusnya cukup mudah dimengerti. Selain itu shortcut-nya juga mirip dengan Photoshop. Yang paling mencolok adalah adanya fitur Persona, yang mana jika diklik maka interface-nya akan berubah sesuai dengan persona yang dipilih. 

Berikut tampilan interface untuk mode ‘Draw Persona‘, cukup familiar bukan?

Tampilan Interface Affinity Designer untuk mode ‘Draw Persona’

Seperti yang saya bilang, dari segi layout si Affinity Designer ini cukup mirip dengan Photoshop. Mulai dari penempatan Menu Bar (File, Edit, Text, dll pada bagian atas), Options Bar yang memuat pilihan 3 Persona : Draw Persona, Pixel Persona & Export Persona. Ada juga tombol editing standar ala Microsoft Office, seperti Move Object Front/Back , Flip/Rotate Object. Dan juga tombol Add, Subtract, Intersect, dll untuk mengolah beberapa shape, seperti menggabungkan beberapa shape jadi satu, membuat irisan objek dlsb yang juga bisa kita temukan pada Adobe Illustrator. Tak ketinggalan penempatan Tools Panel di sisi kiri layar dan Docked Panels di sisi kanan layar. Selain itu, (masih mirip dengan Photoshop) ada beberapa tombol di bagian Tools Panel yang memiliki panah kecil di sisi kanan bawah tombolnya yang menandakan masih adanya pilihan lain dari fungsi tombol itu. Fungsi-fungsi lainnya ini bisa kita akses dengan mengklik kiri cukup lama atau klik kanan pada tombol yang memiliki panah kecil tersebut.

 

Perlukah Saya Membeli Affinity Designer?

Sebelum memutuskan apakah Affinity Designer ini cocok untuk kamu, maka ada hal yang harus kamu perhatikan.
Yang paling menentukan adalah kecenderungan penggunaan Photoshop. Jika kamu menggunakan Photoshop untuk mengedit foto, maka Affinity Designer ini kurang cocok untuk kamu. Namun demikian, Affinity mengeluarkan varian lain yaitu Affinity Photo sebagai software untuk mengedit foto.

Tapi jika kamu menggunakan Photoshop untuk membuat ilustrasi digital, maka Affinity Designer ini pilihan yang bisa kamu pertimbangkan. Cukup satu kali bayar kamu bisa mendapatkan software yang menggabungan tools esensial Photoshop dan Illustrator sekaligus. Software ini dibanderol seharga $39.99 atau sekitar 540 ribuan kalau dirupiah-kan (untuk Windows). Dan itu berlaku selamanya dan juga free updates! Jelas lebih murah dibandingkan produk Adobe CC yang 400ribuan (all-app)/bulan atau 196ribu (single app)/bulan. Asal jangan dibandingin dengan software bajakan aja 😛 .

Tertarik untuk mencoba atau membeli Affinity Designer ini?

Kamu bisa beli Affinity Designer dengan mengklik tautan berikut : https://affinity.store/en-us/

Atau pelajari lebih lengkap tentang fitur Affinity Designer di sini : https://affinity.serif.com/en-us/designer/

Share thisShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Search stories by typing keyword and hit enter to begin searching.